BOJONEGORO – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro kembali menghidupkan suasana sekolah dengan berbagai kegiatan religius yang edukatif. Mengusung tema penguatan karakter dan kepedulian sosial, sekolah dasar unggulan ini menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk “Semarak Ramadhan: Meraih Takwa, Menebar Manfaat.”
Membangun Spiritual di Madrasah Ramadhan
Fokus utama kegiatan tahun ini adalah pendalaman spiritual melalui Darul Arqom. Seluruh siswa diajak untuk menyelami makna ibadah tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik langsung. Rangkaian ibadah harian pun diperketat untuk membentuk kebiasaan positif, di antaranya:
- Tadarus Al-Qur’an & Muraja’ah: Setiap pagi, lantunan ayat suci menggema di kelas-kelas. Siswa didampingi guru melakukan muraja’ah (pengulangan) hafalan agar kualitas hafalan mereka tetap terjaga.
- Shalat Tarawih & Kultum: Menghidupkan malam Ramadhan, sekolah memfasilitasi pelaksanaan shalat tarawih berjamaah yang dilengkapi dengan Kultum Ramadhan. Sholat Tarawih diikuti oleh guru, keryawan, siswa, dan wali murid bersama-sama di Masjid Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro.
Indahnya Berbagi: Dari Takjil hingga Sedekah Air
SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tidak hanya fokus pada kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial. Hal ini diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan:
- Tebar Takjil: Siswa dan guru turun ke jalan untuk membagikan paket berbuka puasa kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
- Buka Bersama: Momen kebersamaan antara guru, siswa, dan wali murid untuk mempererat tali silaturahmi (ukhuwah Islamiyah).
- Sedekah Air: Program khusus penyediaan air bersih atau air minum untuk jamaah masjid dan masyarakat yang membutuhkan selama bulan puasa.
Pengelolaan ZIS yang Amanah
Sebagai bentuk edukasi rukun Islam ke-4, sekolah juga membuka gerai Layanan ZIS (Zakat, Infaq, dan Sedekah). Sekolah menerima dan mengelola penyaluran Zakat Fitrah dari para siswa untuk kemudian dilakukan Tasaruf (Pendistribusian) Zakat Fitrah kepada warga yang berhak (mustahik) di lingkungan sekitar sekolah.
“Kami ingin Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus bagi anak-anak, tapi menjadi momentum transformasi karakter. Melalui zakat dan tebar takjil, mereka belajar bahwa ada hak orang lain dalam setiap rezeki kita,” ujar Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat namun menyenangkan ini, diharapkan siswa-siswi SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro lulus dari “Madrasah Ramadhan” dengan hati yang lebih bersih dan kepedulian sosial yang lebih tinggi.









