Kuntum Terbentuk, Tantangan Terpecahkan: Pembuktian Semangat Pandu Cilik SD Mudabo!

BOJONEGORO – Gelak tawa, tepuk tangan, dan teriakan semangat membahana di area lapangan baru SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo) pada Rabu (29/7/2026). Siang itu, ratusan pandu cilik tampak begitu siap dan antusias mengikuti pertemuan kedua Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) di tahun ajaran ini. Mengangkat konsep yang interaktif dan edukatif, kegiatan diawali dengan baris melingkar untuk apel pra-materi yang dipimpin langsung oleh Ramandha Fauzan.

“Pandu HW Harus Pantang Menyerah!”

Suasana apel mendadak makin bergelora saat Ramandha Imron memberikan pesan pembina. Beliau membakar semangat para peserta agar senantiasa menjaga kedisiplinan dan keberanian di mana pun berada.

“Seorang Pandu Hizbul Wathan sejati itu tak boleh loyo! Harus selalu memelihara api semangat, pantang menyerah, ramah, dan senantiasa siap berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegas Ramandha Imron yang disambut seruan semangat oleh seluruh peserta.

Serunya Musyawarah Kuntum & Adu Yel-Yel Kreatif

Pesan pembina itu langsung dibuktikan anak-anak saat masuk ke agenda utama, yaitu belajar berorganisasi lewat kelompok kecil yang disebut Kuntum. Lapangan sekolah pun mendadak berubah menjadi ‘arena diskusi’ yang hangat. Didampingi para pembina, setiap kelompok bermusyawarah menentukan warna Kuntum sebagai identitas, memilih pimpinan Kuntum secara demokratis, hingga merancang yel-yel paling unik. Puncak keseruan terjadi ketika tiap Kuntum maju memamerkan yel-yel mereka—lengkap dengan gerakan heboh, tepukan tangan, dan sorak-sorai yang melatih rasa percaya diri anak-anak sejak dini.

Misi Rahasia Athfal Melati 2: Menerobos Petunjuk, Menyusun Puzzle

Keseruan makin memuncak bagi siswa-siswi kelas 4 (Athfal Melati 2). Mereka mendapatkan misi rahasia dari Ayunda Tiara dan Ayunda Lola berupa “Game Perburuan Puzzle.” Bermodalkan serangkaian clue misterius, anak-anak dengan mata berbinar berlarian menyusuri sudut-sudut lapangan demi berburu potongan puzzle yang tersembunyi. Begitu semua kepingan ditemukan, mereka langsung  berkumpul dengan kuntumnya masing-masing, saling bertukar ide, dan bahu-membahu menyusunnya hingga menjadi gambar yang utuh.

Melalui permainan seru ini, para pandu cilik tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengasah ketelitian, kemampuan komunikasi, dan pentingnya kerja sama tim. Pertemuan kedua HW SD Mudabo pun ditutup dengan kepuasan, senyum bangga, dan pekikan penuh semangat: Fastabiqul Khairat!

Penulis: Tiara Amelia Marshada

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content