Bojonegoro — Suasana lapangan baru SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo) tampak hidup oleh antusiasme para murid. Di tengah teriknya sore, terdengar derit khas tali busur yang ditarik perlahan, disusul bunyi anak panah yang menancap mantap pada papan sasaran. Pemandangan penuh semangat ini menjadi rutinitas menarik dalam kegiatan ekstrakurikuler panahan di SD Mudabo
Latihan rutin ini dijadwalkan setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis, mulai pukul 13.35 hingga 14.45 WIB. Demi menjaga kualitas pendampingan, pembagian hari latihan disesuaikan dengan tingkatan kelas. Langkah ini diambil agar setiap murid mendapatkan perhatian yang optimal serta bimbingan yang terstruktur dari pelatih.
Didampingi oleh Didik Riyanto, S.Pd.I., para pemanah cilik ini dibimbing mengenal teknik dasar panahan, mulai dari cara memegang busur yang benar, menarik tali dengan stabil, hingga melatih ketepatan bidikan. Lebih dari sekadar olahraga yang sarat nilai sunnah, panahan di SD Mudabo menjadi sarana pembentukan karakter sejak dini, khususnya dalam melatih ketenangan, kedisiplinan, serta konsentrasi tinggi.

Antusiasme para murid sudah terlihat sebelum mereka masuk ke lapangan latihan. Saat ditemui di area sekolah, Dannish Sinar Wardana (2B) dan Irsyad Rahman Elfatan Nurdiansyah (2C) menceritakan alasan mereka menyukai ekstrakurikuler ini.
“Seru banget! Aku paling suka pas lagi narik tali terus ngebidik anak panahnya ke sasaran. Pelatihnya juga baik banget, kalau kita latihannya tertib dan bisa tepat sasaran, suka dikasih reward,” celoteh mereka penuh antusias.
Untuk mendukung kelancaran latihan, para murid tak perlu dibebani dengan peralatan yang berat. Mereka cukup membawa quiver (tas anak panah) pribadi dari rumah, sementara busur dan seluruh perlengkapan pendukung lainnya telah disediakan.
Melalui kegiatan ini, SD Mudabo terus berkomitmen menyediakan wadah positif bagi para murid untuk mengasah bakat, minat, sekaligus membentuk karakter pemanah cilik yang tangguh dan berprestasi.
Penulis: Tiara Amelia









