Mengembangkan Karakter dan konservasi: 113 Siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Menghadapi Tantangan Outbound dan Reptil di Jatiwangi Tuban

Fieldtrip SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Jatiwangi Tuban

Bojonegoro – SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro baru saja melaksanakan kegiatan rutin tahunan yaitu Field Trip untuk murid-murid yang berada di kelas 1 hingga 6. Untuk siswa kelas 1, kegiatan Field Trip yang bersifat edukatif ini melibatkan 113 siswa dan berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu, 8 November 2025 di Jatiwangi Park Plus Reptile, Tuban. Acara yang berlangsung sepanjang hari ini difokuskan pada eksplorasi ilmu pengetahuan dalam tiga aspek: edukasi mengenai pelestarian hewan reptil, pemahaman mengenai geologi gua, serta penghargaan terhadap seni kerajinan gerabah.

Peserta berangkat tepat waktu, dimulai pukul 06.00 WIB dengan dua bus. Suasana pagi yang cerah dan semangat tinggi dari siswa menciptakan momen keberangkatan yang penuh energi. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh pemandu wisata untuk meningkatkan semangat dan fokus peserta. Meskipun terdapat hujan singkat, sesi edukasi tetap dapat dilanjutkan tanpa mengurangi semangat siswa.

Jelajah Tiga Aspek Edukasi
Dalam sesi jelajah edukasi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kelas untuk secara bergantian mengunjungi tiga pos utama: Museum Gerabah, Goa Djoyokusumo, dan Wahana Outbound. Sesi edukasi reptil diawali dengan perkenalan terhadap dua ekor ular piton dan sebuah iguana yang menjadi koleksi terpelihara di Jatiwangi Park. Peserta menunjukkan semangat tinggi terhadap informasi yang disampaikan.

Antusiasme ini terus berlanjut dalam sesi interaktif di mana siswa diberi izin untuk berinteraksi langsung dengan iguana serta berfoto bersama ular piton. Para pendidik juga menanamkan pesan penting mengenai kewaspadaan terhadap ular yang ada di alam liar, meskipun sesi praktik tersebut dilakukan di bawah pengawasan yang ketat.

Kunjungan ke Goa Djoyokusumo berorientasi pada pemahaman mengenai geologi serta ekosistem yang berada di bawah tanah, meliputi proses penciptaan gua, keberadaan koloni kelelawar, dan struktur karst yang ada di dalamnya. Aktivitas di gua ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi terhadap lingkungan alam dan bawah tanah. Selanjutnya, kunjungan ke Museum Gerabah memberikan siswa pengenalan terhadap berbagai peninggalan gerabah yang dipergunakan di masa lalu.

Upaya ini dirancang untuk mengaitkan siswa dengan kekayaan budaya lokal, memastikan bahwa benda-benda bersejarah yang mulai terlupakan tetap mendapatkan apresiasi dari generasi mendatang.

Penulis Nilna Aulifia, S. Hum

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content