BOJONEGORO – SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk “Puncak Kreativitas” pada Sabtu (14/02/2026). Bertempat di lingkungan sekolah, acara ini menjadi ajang bagi seluruh siswa untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka di bidang seni, budaya, dan literasi.
Sesi Pertama: Harmoni dan Pengenalan Alam
Acara dibuka dengan khidmat pada sesi pertama melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Muhammad Ibnu Sina Al Ghafiqi, siswa kelas 6. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Ustadzah Nurul Hidayah, S.Pd., memberikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya wadah kreativitas untuk membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa sejak dini.
Kemeriahan mulai memuncak saat kolaborasi Orkestra yang menggabungkan ekstrakurikuler vokal, biola, dan pianika tampil memukau penonton. Suasana semakin berwarna dengan penampilan tematik dari kelas bawah:
- Kelas 1: Menampilkan keindahan alam melalui pertunjukan bertema Flora.
- Kelas 2: Membawa penonton mengenal dunia hewan dengan tema Fauna.
- Kelas 3: Mengusung tema Kartun, yang secara kreatif digunakan sebagai sarana mengenalkan berbagai jenis transportasi kepada anak-anak.
Sesi Kedua: Jelajah Budaya dan Pesan Moral
Memasuki sesi kedua, panggung diambil alih oleh siswa kelas atas yang membawa misi edukasi budaya dan lingkungan yang lebih mendalam:
- Kelas 4: Mengangkat tema Pulau Jawa, para siswa berhasil menghidupkan kembali memori kolektif melalui peragaan berbagai dolanan (permainan) tradisional.
- Kelas 5: Menampilkan seni drama tari Malin Kundang, sebuah pertunjukan yang penuh emosi dan pesan moral tentang bakti kepada orang tua.
- Kelas 6: Sebagai penutup, kelas 6 membawa penonton terbang ke Pulau Kalimantan. Pertunjukan ini fokus pada pesan kritis mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga integrasi pembelajaran di luar kelas. Sekolah berharap melalui tema-tema yang diangkat—mulai dari transportasi hingga pelestarian hutan—siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan berkesan.
“Kreativitas adalah kunci masa depan. Hari ini kita melihat bagaimana anak-anak kita tidak hanya berani tampil, tapi juga membawa pesan penting bagi kita semua,” ujar beliau di sela-sela acara.









