SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Gelar Gerakan “Sehari Tanpa Sampah Plastik”

BOJONEGORO – Pemandangan berbeda terlihat di Kantin Al Ghani, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro hari ini. Tidak ada lagi deretan plastik bening atau pembungkus makanan kemasan yang biasanya menghiasi meja kantin. Sebagai gantinya, aroma daun pisang yang segar dan jajaran kue tradisional menyambut para siswa dalam gerakan Sekolah Bebas Sampah Plastik.

Kembali ke Alam: Jajanan Tanpa Plastik

Dalam aksi yang digelar hari ini, Kantin Al Ghani berkomitmen penuh untuk tidak menjual makanan dengan kemasan plastik sekali pakai. Berbagai jenis kue dan jajanan pasar disajikan dengan balutan daun pisang, kertas, atau bahkan diletakkan langsung di wadah saji (tanpa bungkus).

Langkah ini dilakukan untuk menekan angka produksi sampah plastik di lingkungan sekolah secara signifikan. Para siswa pun tampak sangat antusias mengikuti aturan baru ini. Alih-alih kerepotan, mereka justru terlihat bangga memamerkan piring, gelas, dan tumbler yang mereka bawa dari rumah masing-masing.

Edukasi Karakter Sejak Dini

Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan ini harapannya bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bagian penting dari edukasi karakter dan komitmen sebagai Sekolah Adiwiyata.

“Ini adalah upaya kami untuk memberikan edukasi nyata kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai sekolah Adiwiyata, kami ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih dan minim sampah sejak dini. Semoga ini menjadi gaya hidup yang terus berlanjut,” ungkap beliau.

Kebahagiaan Pengelola Kantin

Senyum lebar juga terpancar dari wajah Nurul Khatim, petugas Kantin Al Ghani. Menurutnya, perubahan ini memberikan kepuasan tersendiri baginya sebagai penyedia konsumsi bagi anak-anak.

“Saya merasa sangat bahagia hari ini. Selain bisa menyajikan makanan yang jauh lebih sehat karena minim bahan kimia dari plastik, saya juga bangga bisa membantu sekolah mengurangi tumpukan sampah. Melihat anak-anak antusias membawa piring sendiri itu rasanya luar biasa,” ujar Nurul dengan semangat.

Dampak Positif yang Nyata

Dengan membawa alat makan sendiri, volume sampah di tempat sampah sekolah menurun drastis hari ini. Gerakan ini diharapkan tidak hanya berhenti hari ini, tetapi menjadi langkah awal SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro untuk menjadi pelopor sekolah ramah lingkungan di Kabupaten Bojonegoro.

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content