Serunya Pembelajaran Seni Rupa Kelas 4: Sedotan Bekas Disulap Jadi Konstruksi Kreatif

Pembelajaran Seni Rupa pada Rabu, 14 Januari 2026 di kelas 4 SD Muhammadiyah 2 berlangsung dengan suasana yang seru, kreatif, dan penuh antusias. Pada kegiatan ini, peserta didik diajak memanfaatkan sedotan bekas sebagai media untuk membuat konstruksi sederhana, seperti jembatan, menara, dan beragam bentuk bangunan lainnya.

Kegiatan ini selaras dengan Capaian Pembelajaran Seni Rupa fase B, yaitu membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah melalui identifikasi gambar, peserta didik mampu menciptakan karya konstruksi sederhana dengan tepat.

Sejak awal kegiatan, antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka dengan semangat membawa sedotan bekas dari rumah, lengkap dengan perlengkapan pendukung seperti lem dan gambar model bangunan sebagai sumber inspirasi. Berbagai ide kreatif pun muncul, menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mengamati, mengimajinasikan, dan menuangkannya ke dalam bentuk karya tiga dimensi.

Ustadzah Rofifah Nindya Mahalli, S.Pd., selaku guru pengampu, membimbing siswa dengan penuh kesabaran dan mendorong mereka untuk berani bereksplorasi. Pada akhir sesi, beliau mengajak peserta didik melakukan refleksi pembelajaran dengan mengaitkan karya yang telah dibuat dengan nilai-nilai keislaman.

Refleksi tersebut dihubungkan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra‘d ayat 3:

“Dialah yang membentangkan bumi dan menjadikan di dalamnya gunung-gunung dan sungai-sungai.”

Ayat ini kemudian dikaitkan dengan konsep bentuk ruang di alam, seperti datar, tinggi, memanjang, dan berisi, yang juga menjadi inspirasi dalam pembuatan karya konstruksi siswa. Melalui refleksi ini, peserta didik diajak untuk menyadari bahwa seni, ilmu pengetahuan, dan keimanan dapat saling terhubung dalam proses pembelajaran.

Selain mengembangkan kreativitas dan keterampilan berpikir spasial, pemanfaatan sedotan bekas sebagai media pembelajaran ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program Adiwiyata. Kegiatan ini menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini.

Melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual seperti ini, SD Muhammadiyah 2 terus berkomitmen menciptakan pengalaman belajar yang kreatif, berkarakter, dan peduli lingkungan.

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content