Kegiatan Mabit SD Muhammadiyah 2 Kampus Sumodikaran: Membentuk Karakter Islami melalui pembiasaan positif

Bojonegoro, 31 Juli 2026 – Mabit (kegiatan menginap) di Kampus Sumodikaran yang diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 4 program tahfidz mabit berlangsung dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Sejak Kamis sore, ananda shalih shalihah melakukan pembiasaan mandi, pelajaran kepondokan, kegiatan ekstrakurikuler, pelajaran imla’, pelajaran mufrodat serta sholat magrib dan isya’ berjamaah, serta makan malam bersama. Kegiatan tidur bersama dengan teman-teman juga merupakan hal yang menyenangkan bagi shalih shalihah.

Memasuki Jumat pagi, seluruh peserta telah bangun lebih awal, mandi, mengenakan seragam sekolah dengan rapi, kemudian bersiap melaksanakan salat Subuh berjamaah. Suasana pagi terasa sejuk dan menambah kekhusyukan para siswa dalam memulai aktivitas ibadah. Dengan didampingi ustadz dan ustadzah, para siswa berjalan menuju masjid secara tertib. Mereka mengikuti salat Subuh berjamaah dengan khusyuk, menunjukkan sikap disiplin dan adab yang baik selama kegiatan berlangsung. Setelah salat, para siswa juga tampak duduk dengan tenang untuk mendengarkan arahan singkat dari guru.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan ibadah sekaligus pembentukan karakter Islami. Melalui mabit, siswa belajar untuk menghargai waktu, menjaga kebersihan diri, membiasakan salat berjamaah, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemandirian siswa dalam menjalankan aktivitas harian tanpa bergantung pada orang tua.

Ustadzah Nurul Hidayah, S.Pd kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan mabit merupakan sarana membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. “Melalui pembiasaan seperti bangun sebelum Subuh, menjaga kebersihan diri, mengenakan seragam dengan rapi, dan melaksanakan salat berjamaah, kami berharap nilai-nilai disiplin sekaligus keislaman dapat terus tertanam dalam diri setiap siswa serta kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan agar semakin memberi dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik”. ujar beliau

Semangat dan antusiasme siswa selama mengikuti mabit menjadi bukti bahwa pembiasaan karakter Islami dapat ditanamkan sejak usia dini. Diharapkan pengalaman berharga ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus mengamalkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Penulis : Putri Rohmatul Isnaeni, S.Pd.

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content