Lebih dari Sekadar Olahraga: Menanamkan Pendekar Berakhlak dan Mental Juara Lewat Tapak Suci di SD Muda Bojonegoro

BOJONEGORO — Terik matahari sore tak sedikit pun menyurutkan semangat anak-anak berbaju merah di halaman sekolah. Suara teriakan tegas menggelegar mengiringi setiap hentakan kaki dan ayunan tangan dari murid-murid yang berlatih dengan penuh kesungguhan. Begitulah pemandangan riuh setiap hari Selasa dan Rabu, saat ekstrakurikuler pilihan Tapak Suci di SD Muhammadiyah 2 (SD Muda) Bojonegoro mulai digelar.

Selepas jam pelajaran usai, tepat pukul 13.15 hingga 14.45 WIB, halaman sekolah disulap menjadi gelanggang latihan yang penuh energi. Sebelum masuk ke materi inti, seluruh murid diajak berdoa bersama dan melakukan pemanasan guna menyiapkan fisik serta konsentrasi.

Di bawah arahan pelatih Muhammad Ibrahim, murid-murid dari berbagai jenjang kelas, mulai dari kelas bawah hingga kelas atas, tampak begitu kompak menyerap setiap instruksi. Mereka diajar melatih ketepatan kuda-kuda, membentuk ketahanan fisik, hingga mengasah refleks pergerakan jurus-jurus dasar bela diri.

Di antara ramainya antusiasme para murid yang mandi keringat di halaman sekolah, Asnif Qhutwah Ahmad, murid kelas 1A, turut membagikan alasannya bergabung. Ia rupanya sudah mengenal dan berlatih Tapak Suci bersama Pak Ibrahim sejak masih duduk di bangku TK.

“Alasan aku ikut dan memilih ekstra Tapak Suci ini karena ingin menjadi pendekar hebat yang berakhlak karimah,” ucap Asnif dengan polos namun mantap di sela-sela rehat latihan.

Semangat kebersamaan dan ritme latihan yang konsisten inilah yang menjadi fondasi kuat saat kontingen SD Muda terjun di ajang Bojonegoro Champion 2 Tahun 2026 pada bulan juli lalu. Dalam kejuaraan tersebut, belasan medali berhasil dibawa pulang. Medali emas kala itu disabet oleh Mohammad Reyfan Natanegara, Fadheela Alia Huwaida, Thaqif Haidar Xhaka, Daffa Rayhan Murtanto, dan Firdaus Azmi Nabil. Sementara deretan medali perak disumbangkan oleh Naufal Ramadhan, Annisa Azzaidah, Maritza Khaira, Abizar Daniswara, Rajashaka Alfariel, Agastya Oktadana, Muhammad Ammar, serta Khalid Zaidan, disusul perolehan medali perunggu oleh Azalea Wahyu dan Muhammad Az Zidan.

Pada akhirnya, bagi para murid di SD Muda Bojonegoro, ekstrakurikuler Tapak Suci ini bukan sekadar tentang mengejar piala atau medali di atas panggung juara. Lebih dari itu, setiap tetesan keringat dan proses latihan di halaman sekolah adalah ruang bagi mereka untuk menempa kedisiplinan, keberanian, serta mentalitas yang tangguh. Melalui pembiasaan rutin ini, SD Muda Bojonegoro terus berkomitmen melahirkan generasi pendekar cilik yang tidak hanya siap mengukir prestasi, tetapi juga konsisten menjaga nilai-nilai keislaman dan berakhlak mulia di mana pun mereka berada.

Share This :

Tinggalkan komentar

Skip to content